Kekuranganmu yang tidak ada pada orang lain, bersifat sama bahwa “ada nilai kelebihanmu yang tidak ada pada orang lain”
Anas Azhar Nasim, 09 Juni 2023.
Bagi saya, menulis adalah cara untuk berbagi, sebuah kenyamanan yang lahir dari kebiasaan membaca. Semakin banyak membaca, semakin luas wawasan dan semakin dalam pemahaman yang bisa dituangkan menjadi tulisan. Dorongan untuk berbagi inilah yang selaras dengan filosofi hidup yang selalu diajarkan oleh Abah saya.
Sejak kecil, Abah saya selalu mengajarkan tentang nilai manfaat dan kebermanfaatan dalam hidup. Ia menekankan bahwa bentuk mensyukuri apa yang kita punya adalah dengan menggunakannya sebaik mungkin. Salah satu caranya adalah dengan merefleksikan apa yang kita miliki baik dalam bentuk pikiran, pengalaman, atau keterampilan dan membagikannya kepada orang-orang di sekitar kita.
Kita sering kali meragukan diri sendiri, merasa bahwa kekurangan yang ada membuat kita lebih rendah dari orang lain. Namun, sejatinya kita semua memiliki kelebihan yang mungkin tidak kita sadari. Dirimu lebih istimewa dari apa yang kamu pikirkan. Kita harus sepakat, mari bersepakat bahwa di antara kita memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tidak ada satu pun manusia yang sempurna, tetapi setiap manusia berharga dengan segala keunikan dan potensinya.
"Orang lain bisa, kenapa saya tidak bisa?"
Pertanyaan ini adalah jebakan paling umum yang sering kali mematahkan semangat kita sebelum memulai. Kita melihat pencapaian orang lain sebagai cermin dari kegagalan kita. Namun, kita lupa bahwa setiap orang memiliki titik awal, proses, dan jalan yang berbeda. Jawaban atas pertanyaan itu bukanlah tentang kekurangan kita, melainkan tentang perspektif kita yang keliru.
Bukan "Kenapa saya tidak bisa seperti dia?", tetapi "Apa yang bisa saya pelajari dari prosesnya?". Bukan "Kenapa dia lebih hebat?", tetapi "Apa kelebihan unik yang saya miliki yang bisa saya kembangkan?". Bisa" bagi orang lain belum tentu merupakan jalan yang sama dengan "bisa" bagi kita. Sebaliknya, kita bisa orang lain belum tentu bisa.
"Menjadi pribadi yang memberikan energi positif bagi orang lain tidak selalu harus dilakukan dengan cara yang sama".
Jika seseorang cakap dalam berbicara, ia bisa menyebarkan kebaikan melalui kata-katanya. Jika seseorang memiliki kecerdasan, ia bisa membagikan ilmu kepada orang lain. Jika seseorang mencintai dunia membaca dan menulis, ia bisa menyalurkan pemikiran dan nilai-nilai kebaikan melalui tulisan. Intinya, setiap individu memiliki cara tersendiri untuk berbagi kebaikan dan memberikan manfaat kepada sesama. Intinya, apa yang menjadi nilai kebaikan pada dirimu kembangkan dan teruskanlah agar nilai-nilai kebaikan tersebut tidak hanya untuk dirimu.
Jangan hanya menyimpan kelebihan itu untuk diri sendiri, tetapi bagikanlah agar semakin banyak orang yang bisa merasakan manfaatnya. Sebaliknya, kita harus merasa malu apabila justru yang kita sebarkan kepada orang lain adalah hal-hal yang tidak bermanfaat, atau bahkan merugikan.
"Kelebihan yang kita miliki adalah anugerah yang harus dimanfaatkan dengan baik. Maka, teruslah belajar, berkembang, dan berkontribusi".
Dengan begitu, kebermanfaatan yang kita hadirkan akan menjadi jejak kebaikan yang tak hanya membahagiakan diri sendiri, tetapi juga orang-orang di sekitar kita.